Negara Agraris
Sadarlah tentang betapa indahnya tanah air kita
Sadarlah, betapa kayanya alam surga Indonesia
Dunia harus tau, bahwa kita adalah bangsa yang besar dan mandiri
Namun, sungguh ibu pertiwi ini merintih membutuhkan pertolongan kita
Pertolongan Pemuda yang tidak malu dengan julukan PETANI
yang siap mendedikasikan diri dengan segenap jiwa dan raga
menyiapkan pangan, mengisi perut-perut kosong masyarakat Indonesia
Supaya seterusnya menjadi Negara yang Sejahtera. Dalam aspek kehidupan kita, pertanian sangatlah penting untuk menyejahterakan rakyat. Pertanian mampu menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia. Disaat pernan sektor riil dan industri melemah, sektor pertanian merupakan satu-satunya sektor yang terbukti masih dapat memberikan kontribusi pada perekonomian nasional. Perlu kita ketahui sektor pertanian menyumbang sekitar 17,3% menempati posisi kedua sesudah industri pengolahan, dilihat dari kontribusinya dalam pembentukan PDB pada tahun 2002. Pada poin tersebut membuktikan bahwa sektor pertanian menjadi sektor yang penting bagi perekonomian Indonesia bukan?
Dalam hal memajukan dan mengembangkan sektor pertanian dibutuhkan inovasi-inovasi terbaru dan tata cara serta pemikiran yang kritis sehingga dapat melakukan perubahan pada pertanian. Saat ini, petani Indonesia masih menggunakan alat teknologi sederhana dan masih membutuhkan pengembangan pertanian yang tanggung dan modern. Menghadapi tantangan yang makin besar tersebut, pertanian masa depan tidak akan bisa bertahan hanya dengan pola seperti pertanian saat ini (konvensional). Saya yakin, pertanian konvensional masih memegang peran yang cukup penting untuk beberapa tahun mendatang. Pada masa yang akan datang akan ada 3 pola pertanian penting, yaitu (1) Pertanian Konvensional; (2) Pertanian Konservasi; (3) Pertanian dengan Teknologi Tinggi. Pada 5-10 tahun ke yang akan datang, di Indonesia pertanian konvensional akan tetap dominan, namun masukan teknologi pada pola ini akan semakin tinggi
Pertanian konvensional
Pola pertanian ini di masa depan akan mengandalkan input dari luar sistem pertanian, seperti energi, pupuk, pestisida untuk mendapatkan hasil pertanian yang produktif dan bermutu tinggi. Pada masa yang akan datang sistem pertanian ini akan lebih ramah lingkungan bersamaan dengan lebih banyak disupport oleh input teknologi. Perkembangan atau kemajuan pertanian konvensional pada masa depan dibandingkan masa sekarang dapat terjadi karena peran pemuda saat ini yang mampu berinovasi dan melakukan penelitian bidang ekofisiologi dan pumuliaan tanaman.
Pertanian Konservasi
Pola pertanian ini juga akan meluas. Ada kelompok-kelompok masyarakat yang mempunyai tuntutan terhadap pangan yang bebas pestisida dan bebas dari pupuk kimia, serta ada pula kelompok yang ingin agar pertanian tidak mencemari lingkungan. Dua kelompok masyarakat ini akan semakin besar di dunia, demikian pula di Indonesia. Produktivitas sistem ini pada saat ini masih tergolong rendah, pada beberapa tahun kemudian masih perlu adanya adaptasi dengan pola hidup masyarakat dan penyesuaian pasar, mutu fisik/visual produk akan semakin diperbaiki, keamanannya tinggi dan dipercaya oleh sebagian konsumen nilai yang kaya manfaat. Karena adanya permintaan yang semakin besar dari kelompok-kelompok ini akan mendorong semakin luasnya pertanian konservasi. Pada pertanian konservasi, prinsip utamanya adalah pertanian yang mengandalkan dan berusaha mempertahankan kelestarian alam. Pemuda yang memeliki wawasan dibidang ekofisiologi akan memegang peran penting dalam meningkatkan produktivitas dan kelestarian sistem ini.
Pertanian Teknologi Tinggi
Pola ini pasti meningkat dimasa depan. Pertanian ini akan sangat produktif, produknya bermutu tinggi, aman, kandungan gizi dan zat berkhasiat yang ada di dalamnya bisa diatur sesuai kebutuhan. Karena itu, pertanian ini memerlukan input tinggi, baik berupa teknologi, bahan-bahan kimia maupun energi. Pola ini bisa menjadi solusi terhadap kendala dan hambatan alam. Seperti dua sisi koin, pola ini bisa sangat efisien tetapi bisa juga tidak efisien. Pertanian ini kemungkinan tidak menyebabkan degradasi lahan pertanian, maupun alam sekitar karena tidak terlalu mengandalkan alam dalam kegiatan produksi. Pertanian ini lebih mengandalkan teknologi dan input dari hasil budaya, sehingga diperlukan sumber dana yang besar dan pemuda tangguh yang berwawasan ilmu pertanian tingkat tinggi sehingga meminimalisir resiko budidaya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar